Agar Android Studio tidak lemot, lag, dan lama saat build maka diperlukan spek atau spesifikasi yang handal dan bagus. Dahulu untuk membuat aplikasi Android masih bisa menggunakan Eclipse dimana si Eclipse ini lebih irit (tidak memakan banyak space RAM), apakah sekarang masih bisa ? tentu, namun sayangnya sudah tidak di support oleh Google. Sehingga tidak update atau up to date. Dalam websitenya Google telah mencantumkan spesifikasi minimum untuk menjalankan Android Studio, berikut detailnya:

Hardware Windows (7/8/10) atau Linux atau Mac OS X
RAM RAM minimum 3 GB, RAM yang disarankan 8 GB; tambah 1 GB untuk Emulator Android
Storage/Hardisk Ruang disk minimum yang tersedia 2 GB,
Disarankan 4 GB (500 MB untuk IDE + 1,5 GB untuk Android SDK dan gambar sistem emulator)
Resolusi Layar Minimum 1280 x 800
Khusus Windows dan Mac OS X Untuk emulator akselerasi: sistem operasi 64-bit dan prosesor Intel® dengan dukungan untuk Intel® VT-x, Intel® EM64T(Intel® 64), dan fungsionalitas Execute Disable (XD) Bit

Ingat! bahwa yang dicantumkan di atas adalah spesifikasi minimum. Jika kamu masih mau memakai laptop atau komputer dengan spesifikasi tersebut. Maka itu akan melatih kamu untuk bersabar (menunggu jodoh juga butuh kesabaran kan ? :).  Kalau tidak mau atau maka harus keluar modal. Untuk menjalankan aplikasi Android Studio agar ringan, tidak lag, dan tidak lemot dibutuhkan spesifikasi yang bagus, berikut penjelasannya :

Besaran RAM sangat menentukan lemot tidaknya Android Studio. Saran saya lupakan 3GB minimal 4GB, dalam kondisi ini sangat tidak kondusif untuk multitasking (makan ati), apalagi kalau sambil buka Chrome (rasanya pengin banting laptop).

Kalau processor kamu i5 atau i7 tapi RAM kamu masih 2GB, lebih lupakan saja nggak usah mainan Android Studio kasihan laptop kamu (daripada turut berduka cita). Processor akan berpengaruh pada saat proses compiling atau build pada Android Studio. Umumnya processor yang digunakan saat ini adalah i3, ini tidak masalah. Ingat, utamakan RAM.

Saat ini SSD menjadi primadona bagi para developer. Mengingat kecepatan baca/tulis atau read/write nya lebih cepat ketimbang hardisk (HD), umumnya 10 kali lebih cepat sehingga cocok untuk yang mengejar performa lebih. Sangat cocok untuk multi tasking. Namun SSD tidak disarankan untuk menyimpan file yang sifatnya entertaint atau hiburan. Karena SSD memiliki limit write, sayangkan. Untuk itu, jika kalian membeli SSD maka main slot storage yang biasa dipakai hardisk bisa dipakai untuk SSD dan hardisk yang dicopot tadi bisa dipasang juga. Cara dengan membeli HDD Caddy untuk menggantikan tempat CD-ROM.

Untuk merek atau brand banyak yang menyarankan menggunakan Samsung atau kalau nggak Crucial yang lebih murah. Keunggulan SSD Samsung adalah perihal teknologi dan garansinya untuk EVO 750 (3 tahun) dan EVO 850 (5 tahun). Kemarin saya beli EVO 750 di Enter Komputer Mangga Dua sekitar 1,2 juta, beda 250 ribu dengan EVO 850 (nyesel banget sumpah). Dari segi performa pun terpaut lumayan. Kalau untuk yang Crucial saya belum mencoba, tapi agak sulit cari stoknya.

 

Jika sudah silahkan download Android Studio, saran saya download yang versi stable terakhir. Berikut ada beberapa tips tentang Android Stuio :

September 14, 2017

Leave a Reply

%d bloggers like this: